If you would not be forgotten as soon as you are dead, either write something worth reading or do things worth writing. [Benjamin Franklin]Aku tak tahu harus menyapa apa di awal perjumpaan aktivasi blog yang tersembunyi ini (ceileee...grubyak-grubyak!). Ya...sebelumnya aku membuatnya tersembunyi alias hidden gara-gara pengen nyampah tapi gak pengen diliat obyek sampahnya...ehe. Lagipula, aku mulai bingung mau menulis apa. Benar-benar in a time of not exist.
Terus geledek apa yang membuat tangan-tanganku kembali mencoreng-moreng blog ini? Instead of someone--who lately you all know. Kinda pervert-and-naughty-thinker-but-I-adore-his-split-personality (ngakakaka)--belakangan aku nyadar kalau menulis bukanlah suatu yang berat dipaksakan atau karena orang yang nggak nulis itu adalah makhluk hina dina dan rendah kastanya.
Buatku, menulis itu latihan.
Latihan menuangkan ide.
Mengolah tutur melalui rangkaian kata.
Meramu bahasa.
Terapi emosi.
Berbagi.
Yaaa...latihan menulis lah pokoknya. XD
Tak muluk-muluk. Aku tak berkeinginan nulis buku yang omzetnya miliaran rupiah atau jadi penulis te-o-pe be-ge-te lah.
Aku menulis bukan biar dipuji tulisanku bagus.
Emang menulis butuh pembaca sihhh...tapi aku menulis untuk diriku sendiri.
Syukur-syukur bermanfaat buat orang lain, tapi semangat awalku ialah agar aku bisa mengenal diriku lebih baik.
Siapa diriku (kemarin)?
Siapa diriku (kini)?
Siapa diriku (esok)?
Jadi, menulis itu sebagian dari...iman terhadap pemberian Alloh kepada diriku yang multitalenta ini :D
#justkeeptalkinginsilence :)
“Hisablah (evaluasi) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab).” Umar Bin Khaththab

