Thursday, February 16, 2012

If you would not be forgotten as soon as you are dead, either write something worth reading or do things worth writing.  [Benjamin Franklin]
Aku tak tahu harus menyapa apa di awal perjumpaan aktivasi blog yang tersembunyi ini (ceileee...grubyak-grubyak!). Ya...sebelumnya aku membuatnya tersembunyi alias hidden gara-gara pengen nyampah tapi gak pengen diliat obyek sampahnya...ehe. Lagipula, aku mulai bingung mau menulis apa. Benar-benar in a time of not exist.


Terus geledek apa yang membuat tangan-tanganku kembali mencoreng-moreng blog ini? Instead of someone--who lately you all know. Kinda pervert-and-naughty-thinker-but-I-adore-his-split-personality (ngakakaka)--belakangan aku nyadar kalau menulis bukanlah suatu yang berat dipaksakan atau karena orang yang nggak nulis itu adalah makhluk hina dina dan rendah kastanya.


Buatku, menulis itu latihan.
Latihan menuangkan ide.
Mengolah tutur melalui rangkaian kata.
Meramu bahasa.
Terapi emosi.
Berbagi.
Yaaa...latihan menulis lah pokoknya. XD


Tak muluk-muluk. Aku tak berkeinginan nulis buku yang omzetnya miliaran rupiah atau jadi penulis te-o-pe be-ge-te lah.
Aku menulis bukan biar dipuji tulisanku bagus.
Emang menulis butuh pembaca sihhh...tapi aku menulis untuk diriku sendiri.
Syukur-syukur bermanfaat buat orang lain, tapi semangat awalku ialah agar aku bisa mengenal diriku lebih baik.


Siapa diriku (kemarin)?
Siapa diriku (kini)?
Siapa diriku (esok)?


Jadi, menulis itu sebagian dari...iman terhadap pemberian Alloh kepada diriku yang multitalenta ini :D
#justkeeptalkinginsilence :)


“Hisablah (evaluasi) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab).” Umar Bin Khaththab

Thursday, February 09, 2012

Tuan...
Beritahukan aku tentang sekeping cerita
dari dunia abu-abu...
...dunia pertengahan.
Gelapkah?
Atau justru gemerlap?
Apa di sana aku bisa dugem sampai terlelap?
Atau ada lelaki rupawan berbagai warna mata merayuku sambil mengerling?
Ada???


Tuan...
Bisikkan aku beberapa rahasia
Rahasia mereka yang mengayunkan kepalan telunjuk kebenaran
Rahasia mereka yang menggenggam bara sambil berpeluh basah darah pengorbanan...
yang menggenggam bara sambil meringis sakit...
yang menggenggam bara berselubung umpat...
yang menggenggam bara berhias muslihat...


Juga rahasia mereka yang mengepalkan akal...dangkal...
Keji...menyihir...
Membuat enggan...tapi tak takut meregang pinggan-pinggan adu syahwat...
Syahwat setan menggiring keburukan.
Keburukan dari wajah peradaban...


Tuan...
Ajaklah aku berkeliling ke dunia abu-abu itu.
Tapi jangan abu-abu yang pekat hitamnya.
Nanti aku tenggelam...tak sanggup aku memandang sekitar.
Aku tak akan mampu menikmatinya.


Tapi juga jangan abu-abu yang sedikit gelap.
Biar aku tak silau dengan cahaya putihnya yang menusuk mata.
Kelak aku pasti buta...
...buta yang membutakan...


Satu lagi Tuan.
Jangan lupa membawaku kembali ke dunia nyata.
Dunia abu-abu hanya untuk pendekar yang kelelahan
...bukan hunian...


I suddenly worry,,,

'bout my future life..

Will it be sweet?
Or will it be bitter?

Will me and my Prince meet?
Or will I loose my chances and get lots of matter?

All I can do just run... whatever the barrier harms...

All I can do then pray...
May Allah gives me the beautiful day...




.:Surabaya, 15th of February 2009. One day after the fucking Valentine's day.:.
Get worry about the shape of my future life after I saw one of my friend's FB photos with his husband and wife.
Umm... kapan kawin?? Huahahahahahahahahahahaha!!! Shid!)

I'm sad already... so I don't want to make you sad too...




I know it's been such an awkward weeks...

...and I dunno how to tell you these things...

It was started with a hidden question in my mind... and suddenly it's getting harder and harder...
I saw you silent, I saw you hurt.

Sorry...for all the inconveniences...



(>.<)

It's Time to Relieve.



All that happened these days made me in a tipping point..
Enough.
Enough for all lies.
Enough for all faults.
Enough for all betrayals.

If what I'm chosen is the best path, why should I turn back and crying??

I'm not a loser,who's hiding behind the virtual-avatar..pointing for blaming.

Yes, it's time to relieve.
For everything cheering up.
For everything hurt.

Liar Liar

(Pembohong yang Pembohong)




Sikuku kaku memberondongnya dengan kata-kata. Aku membisikkan jampi agar dia merasa apa yang kurasa.
Tapi sepertinya mantra itu justru menguatkannya. Ia terkekeh,memperlihatkan seringai.

Ia meraba perihku dengan merica 'tak-tahu-malu'. Sikuku makin ngilu.
Aku teringat, ia dulunya selimut nyamanku. Sahabatku.
Atau aku yang salah mengira? Ia musang berlagak itik.

Senja itu akhirnya menutup siang.
Sikuku tetap kaku.
Sekaku hatiku...

You whom I Try...






You are someone whose mind I try to read
You are sun whose light I try to see
You are someone whose stories I try to memorize

You are life that I'll try to live
You are song that I I'll try to sing
You are air that I'll hardly try to breath

Yes, you are.

And you're still a secret that shouldn't be told...

You whom I'm learning




You are someone whose mind I'm learning to know
You are sun whose light I'm learning to deal
You are someone whose stories I'm learning to be archived

You are life that I'll learn to struggle
You are song that I'll learn to enjoy
You are map that I'll learn to understand

Yes, you are.

And you're one of my favorite chapter of my world.
Just one of...
Karena Diammu adalah Bicaramu...


Mari kita bicara......dalam diam...

Lihatlah langit-langit...
...kamu melihat langit-langit saat merangkai kata-kata...
seperti kata-kata itu tergantung di sana...


Mari kita bicara......lirik sunyi...

Menerawang dinding-dinding...
...aku menerawang dinding-dinding kala mencoba menemukanmu...
seperti kamu sedang bermain-main di balik dinding itu...

Biar saja kamu di sana...
aku di sini...
Kamu berlari di antara galaksimu...
aku berteduh di bawah pohon duniaku...


Aku tak sedang membacamu......kamu pun tak sedang membacaku...

Kita hanya sedang berbicara
...yang tak perlu dimengerti manusia lainnya
Karena diammu adalah bicaramu...


#07:20, OST. Once - Lies#
.:kalau kamu tersenyum, hatiku akan remuk:.

Saturday, April 23, 2011

Saya membacamu dari mimpi-mimpimu,
mengenalimu dari obsesi-obsesimu.

Mungkin saya tengah bersiap,
di antara keyakinan-keyakinan yang tak sama
di antara kemungkinan-kemungkinan yang berubah-ubah

Saya mempelajarimu...
...bodohnya aku...

Monday, April 11, 2011

Hmmm...

Okay. This man made me mad.
Saya suka padanya.
Dan seperti pada lelaki lainnya, saya selalu membayangkan bisa menjadi pendamping hidupnya kelak.

Kriteria-kriteria yang saya inginkan pada seorang Pangeran ada padanya (atau tiap suka sama orang selalu berubah-ubah ya? haha).

Saya ingin sekali menghapusnya...but how?
He's like my epicentrum of heart....and I'm just like his orbit. I'm spinning around him...I live in his universe.

:(

So...is falling-in-love only cured by other 'falling-in-love too?
Kapan selesainya dong??

Hiks....

Sunday, April 10, 2011


Ah ya...mungkin ini adalah alasan yang ke sekian kalinya saya mengatakan ini.
Tapi, kebiasaan (yang mungkin menjurus ke addict) harus segera direspons dengan serius.

Too many problems in my life which are caused by virtual world...especially by social network.

Bodoh?
Mungkin.
Tapi hal ini bisa terjadi pada siapa saja!

Seringkali orang menuduh saya tukang mengeluh...di beberapa kasus saya menganggap mereka berlebihan. Tapi jika hal tersebut dilontarkan berulang-ulang...it must be something wrong inside me. #sigh

Jadi, saya mulai harus tegas dengan diri saya sendiri.
Meskipun tidak dapat dipungkiri, saya selalu susah untuk menjadi asosial...being independent. Saya terlalu butuh 'berada pada lingkaran', terlalu tergantung...kecanduan...apalah itu istilahnya. Saya masih selalu butuh nyampah ke orang lain...dan karena saya sering tidak tahu harus mengadu ke siapa, maka social network menjadi satu-satunya pelarian dan akhirnya menjadi bumerang.

Kali ini mungkin baru di-blok...nanti-nanti mungkin dia mendamprat saya di muka, dan saya pasti tak tahu harus berbuat apa.

Saya harus berbenah...dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap orang konyol:
"Stop FB-ing and Tweeting!"

Bismillah.
See you fellas... (in a real world, of course. It's more safe)

Sunday, December 05, 2010

Kalau tak ingin dengar, tutuplah telingamu.
Jangan teriak-teriak sambil berlari seperti sapi kehilangan puting susunya!

Kalau tak ingin marah, bekaplah mulutmu.
Jangan meraung-raung seperti orang gila!

Muak lihat tingkahmu yang sok tahu.
Sok tua, sok bijaksana.

Jangan merasa jadi polisi moral.
Semua hal harus kau benahi, berlagak jadi penengah.
Semua hal harus kau adili, berlagak jadi hakim.

Aku. Benci. Kamu. Sekarang.

Sunday, June 06, 2010

Kubilang punggungmu pergi
berarak sepi
mengarak pedih

Akhir dari semuanya adalah tuturmu.
menghentikanku,
mendudukkanku,
aku terhenti.
aku terduduk.

Ya...batasku sampai di sini.
Tak boleh kurang dan tak boleh lebih.

Sudah kubuat batasku...sampai sini.
Tak boleh terlewat dan tak boleh terlampaui.
Kulihat senyummu sudah dingin.
:(


::
Selamat jalan ke Palestin. ::
Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap
 

Copyright 2010 Confessione di una Mente Pericoloso.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.